Topik: Mengapa Bumi Kita Semakin Hangat?
Deskripsi: Pernahkah kamu masuk ke dalam mobil yang diparkir di bawah terik matahari? Rasanya sangat panas, bukan? Itu terjadi karena panas matahari terjebak di dalam mobil. Hal yang sama terjadi pada planet kita! Di laboratorium virtual ini, kamu bisa melihat bagaimana atmosfer bumi bekerja seperti selimut. Kamu bisa mengatur jumlah awan, jumlah gas rumah kaca, dan melihat apa yang terjadi pada suhu Bumi jika kita terus menambah polusi udara.
Tujuan Pembelajaran: Setelah melakukan praktik di laboratorium virtual ini, siswa diharapkan dapat:
Memahami Proses Efek Rumah Kaca: Menjelaskan bagaimana sinar matahari masuk ke Bumi dan bagaimana sebagian panasnya tetap terjebak oleh atmosfer.
Mengenal Gas Rumah Kaca: Mengidentifikasi gas-gas seperti Karbon Dioksida (CO2) dan Metana (CH4) sebagai "penjebak panas" utama di atmosfer.
Menganalisis Perubahan Suhu: Mengamati hubungan antara meningkatnya jumlah gas rumah kaca dengan naiknya suhu rata-rata di permukaan Bumi.
Membandingkan Waktu: Melihat perbedaan kondisi atmosfer Bumi antara zaman dulu (tahun 1750), zaman sekarang, dan masa depan jika polusi tidak dikurangi.
Panduan Eksplorasi:
Perhatikan butiran cahaya kuning (sinar matahari) yang masuk ke Bumi dan butiran cahaya merah (panas) yang dipantulkan kembali.
Ubah setelan "Konsentrasi Gas Rumah Kaca" (Greenhouse Gas Concentration) dari tingkat rendah ke tingkat tinggi, lalu perhatikan apa yang terjadi pada termometer suhu.
Cobalah tambahkan "Awan" (Clouds) ke dalam atmosfer dan amati apakah awan tersebut membantu mendinginkan atau malah menambah panas di permukaan.
Masuk ke tab "Lapisan Kaca" (Glass Layers) untuk melihat simulasi sederhana bagaimana kaca di rumah kaca bekerja memantulkan panas.